G–C–E–A — dengan jebakannya yang terkenal
Ukulele soprano, concert, dan tenor disetem G–C–E–A (di dial: G4–C4–E4–A4), dan kejutan pertama semua pemula: senarnya tidak berurutan dari rendah ke tinggi. Senar G, yang paling dekat dengan wajahmu, disetel lebih tinggi daripada C di sebelahnya — inilah steman reentrant, sumber bunyi ukulele yang ceria dan renyah tanpa nada bawah. Not paling rendah instrumen ini justru senar ketiga, si C tengah.
- G4senar 4 (G) · reentrant — lebih tinggi dari tetangganya!392.00 Hz
- C4senar 3 (C) · not paling rendah261.63 Hz
- E4senar 2 (E)329.63 Hz
- A4senar 1 (A) · paling tinggi440.00 Hz
Perhatikan G4 yang ditandai — nadanya LEBIH TINGGI daripada C di sebelahnya. Kalau senar G-mu terdengar dalam seperti gitar, berarti satu oktaf kerendahan.
Menyetem ukulele dengan mikrofon
- Nyalakan tuner di atas, dekatkan ukulele ke mikrofon, dan petik satu senar demi satu di atas lubang suaranya.
- Huruf dulu, lalu oktaf, baru jarum. Di senar G dial harus menunjukkan G4 — kalau tertulis G3, kamu satu oktaf penuh di bawah (benar untuk pemakai “low-G”, salah untuk steman reentrant standar).
- Putar tuning peg sedikit demi sedikit dan dekati nada dari bawah. Senar ukulele pendek, jadi sedikit putaran saja bergerak jauh — kelewat lalu diturunkan meninggalkan senar yang melorot nadanya di tengah lagu.
- Putaran kedua, selalu. Empat senar di badan yang ringan saling menarik dengan nyata; khususnya senar C suka mengalah sedikit setelah kamu menyetem si A.
Bariton, low-G, dan seterusnya
Ukulele bariton adalah makhluk lain: lebih besar, lebih dalam, dan disetem D–G–B–E (D3–G3–B3–E4) — persis empat senar tinggi gitar, tanpa kejutan reentrant. Steman low-G mempertahankan not G–C–E–A tapi menurunkan senar empat ke G3 — menukar kilau dengan kehangatan dan jangkauan melodi yang lebih luas. Dial kromatik sanggup semuanya: pilih targetnya, pusatkan jarumnya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kenapa ukuleleku nggak mau bertahan setemannya?
Sembilan dari sepuluh kasus: senar baru yang masih melar (lihat di atas). Kasus yang kesepuluh adalah friction peg yang selip — kalau ukulelemu punya peg yang menembus kepala dengan sekrup kecil di ujungnya, kencangkan sekrup itu seperempat putaran. Peg bergigi (geared) hampir tidak pernah selip.
Tuner membaca senar C-ku sebagai B atau C♯. Ada apa?
Tidak ada yang gawat — kamu cuma berjarak lebih dari setengah seminada, jadi tuner kromatik menyebutkan not terdekat, yang belum notmu. Terus setem ke arah C: hurufnya akan melompat ke C, dan dari situ jarum jadi pemandu halusmu. Kebiasaan membaca huruf dulu baru jarum ini berlaku di instrumen apa pun.
Apakah soprano, concert, dan tenor disetem berbeda?
Tidak — ketiganya berbagi G–C–E–A di oktaf yang sama. Bedanya di ukuran, panjang skala, dan warna suara, bukan di steman. Hanya bariton (D–G–B–E) dan sopranino yang langka yang keluar dari pola.