Diagnosis dulu, baru palu
Kalimba disetem dengan menggeser tiap tuts baja secara fisik melalui penjepitnya — makin panjang ujung bebasnya, makin rendah notnya; makin pendek, makin tinggi. Tuner di atas adalah alat diagnosismu: petik semua tuts dengan kuku ibu jari dan catat mana yang meleset dan ke arah mana. Setelah itu baru ambil palu setemnya. Mengetahui peta lengkap sebelum mulai jauh lebih baik daripada memperbaiki tuts dari kejutan ke kejutan.
- C4tuts tengah (do) · paling panjang261.63 Hz
- D4tuts pertama kiri tengah (re)293.66 Hz
- E4tuts pertama kanan tengah (mi)329.63 Hz
- F4kedua di kiri (fa)349.23 Hz
- G4kedua di kanan (sol)392.00 Hz
- A4ketiga di kiri (la)440.00 Hz
- B4ketiga di kanan (si)493.88 Hz
- C5keempat di kiri (do)523.25 Hz
Tangga nadanya zig-zag: tuts tengah yang panjang adalah C4 (do), lalu not-notnya berselang-seling kiri–kanan sambil naik, sampai tuts pendek di tepi.
Membaca dial dengan kalimba
- Petik dengan kuku, bukan dengan daging jari. Petikan kuku memberi mikrofon not yang terang dan jernih; petikan yang lembek terbaca redup dan labil.
- Huruf dan oktaf dulu. Tuts ketiga di kiri harus terbaca A4 — sebuah “A” dengan jarum terpusat masih bisa saja A3 atau A5 kalau tutsnya bergeser jauh selama pengiriman. Angka oktafnya yang membongkar.
- Ketinggian → panjangkan, kerendahan → pendekkan. Jarum di kanan tengah: ketuk tutsnya ke bawah dekat bridge supaya bergeser menjauhimu. Jarum di kiri: dorong ujungnya ke atas dari bawah supaya kembali ke arahmu. Satu ketukan halus, petik ulang, baca ulang.
- Targetkan dalam ±5 cent. Nada kalimba begitu murni sehingga kesalahan kecil menghasilkan beat yang terdengar saat dua tuts berbunyi bersama — dan musik kalimba seluruhnya adalah tuts yang berbunyi bersama.
Saat nadanya benar tapi bunyinya salah
Tuts yang terbaca sempurna di dial tapi berbunyi seperti lebah dalam kaleng punya masalah dengung, bukan masalah steman — biasanya debu di bawah tuts di bagian bridge (tarik selembar kertas di bawahnya), tuts yang bergeser menyamping sampai menempel tetangganya, atau ornamen yang ikut bergetar. Bereskan itu dulu; tidak ada palu setem yang bisa memperbaiki dengung.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kalimbaku tidak cocok dengan peta 17 tuts di atas. Tetap bisa pakai tuner ini?
Tentu — ini tuner kromatik, jadi ia menyebutkan not yang benar-benar dibunyikan tiap tuts. Cari tabel not model kalimbamu (10 tuts, 21 tuts, B mayor, apa pun), lalu setem tiap tuts ke targetnya: huruf, oktaf, jarum terpusat.
Seberapa keras memetiknya saat menyetem?
Sekeras bermain biasa — cukup nyaring supaya jernih, dekat dengan mikrofon. Petikan yang terlalu keras terbaca sedikit ketinggian di saat pertama (nadanya menetap begitu getarannya tenang), jadi baca dial sesaat setelah petikan, di bunyi panjangnya.
Jarumnya turun ke arah rendah saat notnya melemah. Pembacaan mana yang benar?
Percayai bunyi panjang yang awal — tepat setelah petikan, selagi notnya masih kuat. Penurunan semu di ujung not yang panjang itu kebanyakan adalah tuner yang kehilangan sinyal, bukan tutsnya yang berubah nada. Kalau pembacaannya tetap loncat-loncat, mendekatlah ke mikrofon atau setem di ruangan yang lebih sunyi.